Sunday, June 12, 2011

Karsa (Tentang Kita)

Engkau ada sebelum aku terlahir

tercatat rapi dalam pustaka-Nya

tak jemu aku baca, tak bosan aku eja

di sebelum mimpiku, di setelah lelapku

bahkan di antara keduanya.



Engkau bunda dari segala rindu

riuh memanggil di setiap laju darahku

meresap dalam tulang rusukku.



YA;kinlah karsa kita menyata

SYA;hdu laksana gemericik air telaga.



Tiba-tiba saja langkah kita telah begitu jauh

melampaui batas pikiran

menembus batas rencana

ku tatap lekat indah matamu

ku dekap erat bening hatimu.



"Aku mencintaimu dengan segala ke-yaqin-an akan kehendak baik-Nya. aku ingin menua bersamamu". Ikrarku sambil memandangi binar wajahmu.

"Aku pun mencintaimu kekasih, aku mencintaimu dengan segala yang diberikan Aisyah pada suaminya". Jawabmu lirih, Pipi tersipu laksana merah bunga mawar disapa embun pagi.



Segera kuraih dan kupegang erat tanganmu, melangkah menuju istana kita

dengan untaian doa, dengan senandung asa,

berbekal iman di dada.

lalu kita bahagia dan akan selalu bahagia

dalam suka dan nestapa.



Demikianlah cinta berkehendak

serupa wadah, menampung kita

kemudian tumpah melalui karsa Sang Maha Cinta.

0 komentar:

Search

.