Engkau ada sebelum aku terlahir
tercatat rapi dalam pustaka-Nya
tak jemu aku baca, tak bosan aku eja
di sebelum mimpiku, di setelah lelapku
bahkan di antara keduanya.
Engkau bunda dari segala rindu
riuh memanggil di setiap laju darahku
meresap dalam tulang rusukku.
YA;kinlah karsa kita menyata
SYA;hdu laksana gemericik air telaga.
Tiba-tiba saja langkah kita telah begitu jauh
melampaui batas pikiran
menembus batas rencana
ku tatap lekat indah matamu
ku dekap erat bening hatimu.
"Aku mencintaimu dengan segala ke-yaqin-an akan kehendak baik-Nya. aku ingin menua bersamamu". Ikrarku sambil memandangi binar wajahmu.
"Aku pun mencintaimu kekasih, aku mencintaimu dengan segala yang diberikan Aisyah pada suaminya". Jawabmu lirih, Pipi tersipu laksana merah bunga mawar disapa embun pagi.
Segera kuraih dan kupegang erat tanganmu, melangkah menuju istana kita
dengan untaian doa, dengan senandung asa,
berbekal iman di dada.
lalu kita bahagia dan akan selalu bahagia
dalam suka dan nestapa.
Demikianlah cinta berkehendak
serupa wadah, menampung kita
kemudian tumpah melalui karsa Sang Maha Cinta.
Sunday, June 12, 2011
Karsa (Tentang Kita)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 komentar:
Post a Comment