Thursday, June 21, 2012

Kanibal

Segerombolan Kanibal datang mengepung
 menikam jantung Sang Bidadari, 
begitu kejam, begitu tak berperasaan.

Aneh, justru akulah yang tersungkur, jatuh meregang nyawa. 
mereka menenggelamkanku pada kedalaman emosi 
mencampurinya rasa takut, cemas dan curiga 
sesakkan dada, kaburkan makna.  

Tiba-tiba otakku bekerja lebih cepat
memendarkan kebijaksaan
dari pintu-pintu langit yang aku ketuk

Aku segera bangkit
Lalu pada Firman aku belajar memaknai kenyataan
tak sepantasnya kanibal-kanibal itu
mengeruhkan otakku
menghitamkan hatiku
membinatangkan tindakanku

Pada hidup aku belajar
membeningkan pemahaman
Tentang Tuhan yang tugasiku berlaku baik
apapun dan bagaimana pun perasaanku.

Aku dongakkan kepalaku kelangit
Sang Bidadari kembali beningkan senyumnya,
" Terimakasih engkau tetap berlaku anggun". ucapnya dengan tersipu.

Langit ikut Tersenyum melihatku
kanibal-kanibal itu kini kering kerontang
kehabisan daging.

*Special Thank's To Allah for QS. Al-Hujurot : 12

0 komentar:

Search

.