Seribu bayang mengintip di balik senyap
diam-diam mengendap,
matanya sangat awas
seolah sedang mengintai pundi-pundi rasa
yang ku simpan erat di bilik jiwamu.
mereka dekatkan perhatian
coba sadap suara
coba tebak gejala
dari apa yang ku ucap
dari apa yang ku perbuat
Berteriaklah sekeras mungkin
sebab telingamu akan tuli karena suaramu sendiri
belalakkan matamu lebar-lebar,
gelapku lebih membutakan.
malam kian beranjak mengejar pagi
kita tetap wajar adanya
mendekap masa depan kita.
Saturday, May 21, 2011
Percuma
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 komentar:
Post a Comment